OKU Timur — Kepemimpinan perguruan tinggi tidak cukup hanya hadir di ruang rapat dan menghasilkan kebijakan. Kepemimpinan juga harus hadir di tengah sivitas akademika, mendengar suara mahasiswa, memahami persoalan dari dekat, dan memastikan setiap aspirasi memperoleh ruang untuk ditindaklanjuti. Semangat inilah yang dibangun Rektor Universitas Nurul Huda (UNUHA), Mukhamad Fathoni, M.Pd.I, melalui kegiatan "Rektor UNUHA Menyapa Kosma” di ruang rapat Kampus B.
Meskipun telah dibuka Kanal Aspirasi Digital UNUHA, Rektor memandang harus turun langsung berdialog dengan para Koordinator Semester (Kosma), Rektor tidak hanya menyampaikan kebijakan universitas, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, kebutuhan, dan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan akademik maupun kemahasiswaan.
Bagi Mukhamad Fathoni, mahasiswa bukan sekadar penerima layanan pendidikan, tetapi mitra strategis dalam membangun UNUHA. "Saya ingin mahasiswa merasa bahwa Rektorat hadir dan mau mendengar. Kritik, saran, dan aspirasi mahasiswa harus menjadi bahan bagi kita untuk memperbaiki UNUHA.”
Kehadiran langsung Rektor bersama Kosma menjadi bagian dari upaya membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dan tidak berjarak antara pimpinan universitas dengan mahasiswa. Menurut Rektor, banyak persoalan di tingkat mahasiswa yang terkadang tidak sampai kepada pimpinan apabila komunikasi hanya mengandalkan jalur administratif. Oleh karena itu, dialog langsung menjadi instrumen penting untuk membaca kondisi kampus dari perspektif mahasiswa.
Berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa menjadi masukan bagi pimpinan universitas, mulai dari proses pembelajaran, dosen, layanan akademik, fasilitas, kegiatan kemahasiswaan, komunikasi dengan program studi, hingga kebutuhan mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan prestasi.
"Kita tidak boleh hanya melihat kampus dari balik meja. Kita harus turun, mendengar, melihat persoalan dari dekat, kemudian mencari solusi bersama.” Ujar Rektor. Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan arah kepemimpinan Mukhamad Fathoni yang menempatkan komunikasi, kedekatan, responsivitas, dan tindak lanjut sebagai bagian penting dalam tata kelola UNUHA.
Bagi UNUHA, menyerap aspirasi bukan sekadar agenda dialog. Aspirasi mahasiswa harus menjadi input bagi perbaikan kebijakan dan layanan universitas. Rektor mendorong agar Kosma tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi akademik, tetapi juga menjadi salah satu kanal komunikasi dua arah antara mahasiswa, program studi, fakultas, dan pimpinan universitas.
Mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan secara terbuka, kritis, dan konstruktif. "Jangan takut menyampaikan kritik. Yang penting sampaikan dengan data, dengan etika, dan dengan semangat memperbaiki. Kritik mahasiswa adalah energi bagi universitas untuk berbenah.” Tegas Rektor.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu dan budaya akademik yang sehat di lingkungan UNUHA. Dalam kesempatan yang sama, Rektor memberikan perhatian khusus terhadap sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
Menurutnya, kampus yang unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, penelitian, publikasi, atau jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bermartabat, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
PPKPT karena itu harus dipahami sebagai bagian dari budaya kelembagaan, bukan sekadar pemenuhan administratif. "Tidak boleh ada mahasiswa yang takut belajar, takut berorganisasi, takut menyampaikan pendapat, atau takut melaporkan persoalan karena merasa tidak akan didengar. Kampus harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh sivitas akademika”, imbuh Rektor.
Rektor menegaskan bahwa pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur universitas. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan program studi, fakultas, hingga organisasi kemahasiswaan memiliki peran dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat.
Kosma sebagai Jembatan Komunikasi. Dalam konteks tersebut, Kosma memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi mahasiswa dengan institusi. Kosma diharapkan mampu membantu menyampaikan informasi mengenai PPKPT, membangun kesadaran di lingkungan kelas, sekaligus menjadi kanal awal bagi mahasiswa yang membutuhkan informasi maupun pendampingan ketika menghadapi persoalan.
Rektor juga mendorong agar mahasiswa tidak memilih diam ketika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik. Diam bukan solusi. Melapor bukan mencari masalah. Menyampaikan aspirasi adalah bagian dari menjaga kampus bersama.
Kegiatan "Rektor UNUHA Menyapa Kosma” pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola kepemimpinan yang hadir, mendengar, merespons, dan menindaklanjuti. Mukhamad Fathoni menegaskan bahwa UNUHA harus terus bergerak menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis riset dan ecotechnopreneurship, tetapi juga kuat dalam karakter, etika, dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.
Kedekatan pimpinan dengan mahasiswa diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat kepercayaan, mempercepat penyelesaian persoalan, dan membangun rasa memiliki terhadap universitas. Dari ruang dialog itulah UNUHA terus membangun budaya kampus yang lebih terbuka, aman, responsif, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Mendengar mahasiswa adalah bagian dari memimpin. Menindaklanjuti aspirasi adalah bagian dari membangun UNUHA.
Turun Langsung; Kepemimpinan yang Dekat dengan Mahasiswa;
Mahasiswa Didengar, Aspirasi tidak Berhenti pada Forum;
Dari Mendengar Menuju Tindak Lanjut;
Rektor Turun Langsung. Mahasiswa Didengar. Aspirasi Diserap. PPKPT Diperkuat;
PPKPT Diperkuat; Kampus Harus Aman Nyaman untuk Semua!
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
No comments:
Post a Comment