Ahlan Wasahlan

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu
!!!SELAMAT DATANG!!!
"Tuhan Selalu Memberikan yang Terbaik untuk Hamba-Nya."


Unggulan

Kanal Aspirasi Digital Universitas Nurul Huda

  Kanal Aspirasi Digital Universitas Nurul Huda merupakan sarana komunikasi berbasis teknologi yang disediakan untuk menampung aspirasi, sa...

Thursday, October 8, 2026

Mahasiswa Bukan Sekadar Aktivis Kampus, tetapi Penggerak Perubahan


Hibah Aksara Peduli menjadi momentum UNUHA memperkuat ekosistem mahasiswa berdampak—mengubah ilmu menjadi aksi, kepedulian menjadi solusi, dan aktivitas kemahasiswaan menjadi perubahan nyata bagi masyarakat.

OKU Timur — Universitas Nurul Huda (UNUHA) kembali menunjukkan kiprahnya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan. UNUHA dinyatakan lolos sebagai penerima Hibah Program Aksara Peduli (Mahasiswa Berdampak) Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi. Tema program adadalah Smart Pest: Pengendalian Hama Berbasis Ultrasonik dan Sensor  Gerak Bertenaga Surya untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Tim terdiri dari Dr. Arini Rosa Sinensis, M.Pd. sebagai ketua, Dr. Thoha Firdaus, M.Pd.Si. dan Iwan Tri Bowo, S.Kom., M.T.I. sebagai anggota dari dosen, selanjutnya anggota dari mahasiswa adalah Ilham Wijaya (Prodi Pendidikan Fisika), Siti Fatimah (Prodi Pendidikan Fisika), Dendi Perdiansah (Prodi Informatika), Kadek Saputra W (Prodi Pendidikan Fisika), Aulia Riska S (Prodi Pendidikan Ekonomi), dan Lulu Salsabila (Prodi Sains Pertanian).

Capaian ini bukan sekadar keberhasilan memperoleh pendanaan program. Lebih dari itu, hibah tersebut menjadi momentum bagi UNUHA untuk memperkuat agenda mahasiswa berdampak, yakni mahasiswa yang mampu mengubah pengetahuan menjadi aksi dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Rektor UNUHA, Mukhamad Fathoni, mahasiswa ditempatkan bukan hanya sebagai peserta pembelajaran maupun pelaksana kegiatan kemahasiswaan, tetapi sebagai aktor perubahan yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Mahasiswa Harus Keluar dari Zona Kampus
Rektor menegaskan bahwa ukuran keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata dilihat dari nilai akademik, prestasi organisasi, atau banyaknya kegiatan yang diikuti. Yang lebih penting adalah sejauh mana ilmu dan pengalaman yang diperoleh mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

"Mahasiswa jangan hanya menjadi aktivis kampus. Mereka harus menjadi penggerak perubahan. Ilmu yang diperoleh di kampus harus keluar dari ruang kelas, hadir di tengah masyarakat, membaca persoalan, kemudian melahirkan aksi dan solusi,” tegasnya. Menurutnya, Program Aksara Peduli memberikan ruang strategis untuk membangun karakter mahasiswa yang peduli, adaptif, kolaboratif, solutif, dan berorientasi pada dampak.

Karena itu, hibah tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai sebuah program sesaat. UNUHA akan mendorong agar setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dari Kampus untuk Masyarakat
Mukhamad Fathoni menilai bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti menjadi pengetahuan, tetapi berubah menjadi kemanfaatan sosial. Dalam perspektif tersebut, mahasiswa menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat. Mereka belajar dari persoalan nyata, melakukan pemetaan kebutuhan, mengembangkan gagasan, membangun kolaborasi, sekaligus menguji solusi secara langsung di lapangan.

"Kita ingin mahasiswa UNUHA memiliki keberanian untuk hadir di tengah persoalan masyarakat. Mereka tidak datang sebagai orang yang merasa paling tahu, tetapi sebagai pembelajar yang mau mendengar, memahami, berkolaborasi, dan kemudian bersama masyarakat mencari jalan keluar,” ujarnya.

Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat arah UNUHA dalam membangun pendidikan tinggi yang tidak terjebak pada orientasi input dan aktivitas, tetapi bergerak menuju outcome dan impact. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari perubahan yang dihasilkan: apakah ada pengetahuan baru, keterampilan baru, solusi baru, peningkatan kapasitas masyarakat, atau perubahan sosial yang dapat dipertanggungjawabkan.

Memperkuat Ekosistem Mahasiswa Berdampak
Lolosnya UNUHA dalam Hibah Program Aksara Peduli Tahun 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kemahasiswaan yang lebih produktif dan berorientasi pada penyelesaian masalah. UNUHA akan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan berbagai inisiatif berbasis kebutuhan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan dosen, organisasi mahasiswa, pemerintah desa, komunitas, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan ekosistem tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, pemecahan masalah, inovasi, kerja tim, dan tanggung jawab sosial. Bagi UNUHA, pengalaman tersebut merupakan bagian penting dari proses pembentukan lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.

Hibah Bukan Tujuan Akhir
Rektor menekankan bahwa keberhasilan memperoleh hibah bukanlah tujuan akhir. "Hibah adalah pintu masuk, bukan garis akhir. Tantangan kita justru memastikan program ini menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan. Kalau setelah program selesai masyarakat tidak merasakan perubahan, berarti kita belum berhasil,” tegasnya.

Karena itu, setiap program mahasiswa akan diarahkan untuk memiliki output, outcome, dan impact yang jelas. Dokumentasi, pengukuran dampak, publikasi, dan keberlanjutan program juga menjadi bagian penting dalam memastikan praktik baik yang lahir dari Program Aksara Peduli dapat dikembangkan dan direplikasi.

Capaian ini sekaligus mempertegas arah kepemimpinan UNUHA yang menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari strategi transformasi perguruan tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya lulus dengan ijazah. Mereka harus lulus dengan pengalaman, kompetensi, kepedulian, keberanian mengambil peran, dan rekam jejak kebermanfaatan.

Dari UNUHA, pesan itu terus dibangun: kampus bukan hanya tempat memperoleh ilmu, tetapi tempat menyiapkan manusia yang mampu menggerakkan perubahan.

UNUHA — Mahasiswanya Belajar, Bergerak, Berdampak.



No comments:

Populer Dibaca