Unuha (15/07), Rektor didampingi oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor IV, dan Pimpinan Cabang Pondok Pesantren Nurul Huda Tanah Merah melakukan ramah tamah pembinaan mahasiswa penerima bantuan KIP Kuliah Universitas Nurul Huda. Sebanyak 101 orang mahasiswa Universitas Nurul Huda penerima KIP Kuliah angkatan 2025 hadir dalam kegiatan tersebut.
Rektor mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah memperoleh amanah sebagai penerima KIP Kuliah. Program KIP Kuliah bukanlah hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi negara, investasi orang tua, investasi masyarakat, juga investasi Universitas Nurul Huda untuk mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dimulai tahun akademik 2025/2026, Universitas Nurul Huda mewajibkan mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk mengikuti program asrama pesantren selama dua semester. Keberadaan mahasiswa di asrama memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu membentuk pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga disiplin, mandiri, religius, dan memiliki kepedulian sosial.
Rektor menyampaikan pesan-pesan kepada mahasiswa antara lain:
1. Menyadari bahwa KIP Kuliah adalah amanah. Setiap mahasiswa penerima KIP Kuliah membawa kepercayaan dari negara, orang tua, dan masyarakat. Amanah ini harus dijaga dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga prestasi akademik, mematuhi seluruh ketentuan kampus dan asrama, dan juga menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.
2. Asrama pesantren adalah tempat pembentukan karakter, asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi menjadi laboratorium kehidupan bagi mahasiswa. Di asrama mahasiswa belajar disiplin waktu, hidup sederhana, bertanggung jawab, bekerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama. Faktor penentu keberhasilan seseorang bukan hanya dari kecerdasan, tetapi lebih banyak ditentukan oleh karakter pribadi.
3. Meningkatkan budaya akademik unggul, mahasiswa KIP harus menjadi teladan dalam kehadiran kuliah, etika kepada dosen, kejujuran akademik, gemar membaca, aktif membentuk kelompok berdiskusi, belajar meneliti dan menulis karya ilmiah, juga mengikuti lomba dan kompetisi.
4. Membangun karakter religius, sebagai mahasiswa Universitas Nurul Huda yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, harus menjadikan nilai-nilai keislaman Aswaja An-Nahdliyah sabagai pondasi kehidupan dengan membiasakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, menjaga akhlak mulia, menghormati guru dan orang tua, dan menebarkan salam serta kebaikan.
5. Menjadi mahasiswa produktif, menggunakan waktu selama kuliah untuk mengembangkan potensi diri dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan seperti BEM dan UKM, penelitian, pengabdian masyarakat, pelatihan, sertifikasi keahlian, kegiatan kewirausahaan, program magang, dan kompetisi nasional maupun internasional.
6. Harus bijak bermedia sosial untuk membangun jejaring, berbagi prestasi, menyebarkan inspirasi, dan menambah wawasan. Mahasiswa harus menghindari ujaran kebencian, penyebaran hoaks, perundungan digital, juga konten yang merusak nama baik diri, keluarga, maupun almamater.
7. Menyiapkan karier sejak dini dengan mempersiapkan kemampuan berbahasa asing, literasi digital, public speaking, kepemimpinan, pelatihan, prestasi, dan pengalaman berorganisasi.
8. Harus menjaga nama baik almamater dan pondok pesantren, karena setiap mahasiswa adalah duta Universitas Nurul Huda. Menjaga nama baik melalui etika, kesopanan, prestasi, kepedulian sosial, dan integritas.
9. Menjadi agen perubahan yang mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan dengan memulai dari hal-hal sederhana seperti membantu teman yang kesulitan belajar, peduli terhadap lingkungan, aktif dalam kegiatan sosial, menjadi teladan dalam kejujuran, dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rektor juga menekankan agar menjadi mahasiswa yang membanggakan orang tua, mengharumkan Universitas Nurul Huda, dan kelak menjadi pemimpin yang memberi manfaat bagi diri, keluarga, bangsa, agama, dan masyarakat.


















No comments:
Post a Comment