Hari ini (0706/26) bertempat di Lt. 2 Aula Kampus A Universitas Nurul Huda dilaksanakan seminar yang mengangkat tema Advokasi dan Pencegahan Pelecehan Seksual: Bersuara Melawan Peleceharan Mewujudkan Ruang Aman untuk Sesama. Seminar ini diinisasi dan diselenggarakan oleh PMII Rayon Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Nurul Huda. Hadir dalam seminar ini Mukhamad Fathoni selaku Rektor Universitas Nurul Huda, Lailatul Fitriah selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan/Anggota Mabinkom, juga para mahasiswa sebagai peserta. Ada dua narasumber dalam seminar ini, yaitu Ibu Vovi Shinta, M.E. selaku Ketua Satgas PPKPT Universitas Nurul Huda, dan Bpk. Dr. Ahmad Ulin Niam, M.Pd.I. selaku Kepala Pusat Aswaja dan Kepesantrenan Universitas Nurul Huda.
Dalam sambutannya, Rektor memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya diberikan kepada panitia dan seluruh pengurus PMII Rayon FIP yang telah menginisiasi kegiatan penting ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Pelecehan seksual bukan hanya persoalan individu, tetapi merupakan persoalan kemanusiaan yang dapat merusak rasa aman, mengganggu proses pendidikan, dan mencederai martabat manusia.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas Nurul Huda berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta diskriminasi. Kampus harus menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi mahasiswa untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut. Universitas Nurul Huda juga telah membuka Kanal Aspirasi Digital untuk pengaduan atau pelaporan secara online melalui https://baak.unuha.ac.id/kanal-pelayanan-akademik/
Melalui seminar ini, diharapkan seluruh peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, upaya pencegahan, mekanisme pelaporan, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati. Keberanian untuk bersuara dan kepedulian untuk melindungi sesama merupakan langkah penting dalam menciptakan ruang aman bagi seluruh warga kampus.
Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjadi agen perubahan. Pencegahan pelecehan seksual tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab semua. Bersama membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi etika, integritas, kesetaraan, dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.
Di akhir sambuatannya, Rektor berharap semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi, refleksi, sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan kampus yang aman, bermartabat, dan berkeadilan.















No comments:
Post a Comment