Ahlan Wasahlan

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu
!!!SELAMAT DATANG!!!
"Tuhan Selalu Memberikan yang Terbaik untuk Hamba-Nya."


Tuesday, January 17, 2012

Berpikir


BERPIKIR

A.    Pengertian Berpikir
Berpikir merupakan kegiatan memproses informasi secara internal kognitif dengan memanipulasi informasi tersebut untuk menghasilkan perilaku yang memecahkan masalah.

B.      Jenis, Tipe dan Pola Berpikir
1.      Jenis Berpikir
a.      Berpikir autistik, proses berpikir yang sangat pribadi.
b.      Berpikir langsung, berpikir untuk memecahkan masalah.
2.      Tipe Berpikir
a.      Berpikir vertikal (konvergen), tipe berpikir tradisional dan generatif yang bersifat logis dan matematis dengan menggunakan hanya informasi relevan.
Karakteristik berpikir vertikal:
1)Vertikal: bergerak secara bertahap, 2) konvergen: terfokus menuju pada jawaban yang paling benar, 3) sistematis: terstruktur, logis rasional empiris, 4) dependen, 5) teramalkan.
b.      Berpikir lateral (divergen), tipe berpikir selektif dan kreatif yang menggunakan informasi bukan hanya untuk kepentingan berpikir tetapi juga untuk  hasil, dan dapat menggunakan informasi yang tidak relevan.
Karakteristik berpikir lateral:
1)lateral: memandang suatu persoalan dari beberapa sisi, 2) divergen: menyebar ke berbagai arah untuk menemukan banyak jawaban, 3) holistik sistemik: bersifat menyeluruh global, 4) intuitif imajinatif, 5) independen, 6) tidak teramalkan.
3.      Pola Berpikir
a.      Berpikir kongkrit, berpikir dalam dimensi ruang, waktu, tempat tertentu.
b.      Berpikir abstrak, berpikir dalam ketidakberhinggaan.
c.       Berpikir klasifikatoris, berpikir mengenai klasifikasi.
d.     Berpikir analogis, berpikir untuk mencari hubungan antar peristiwa.
e.      Berpikir ilmiah, berpikir dalam hubungan yang luas disertai dengan pembuktian.
f.        Berpikir pendek, berpikir secara lebih cepat, lebih dangkal, dan seringkali tidak logis.

C.     Cara Mengidentifikasikan Cara Berpikir Seseorang
Untuk mengetahui kecenderungan cara berpikir seseorang dapat dilihat dari dimensi-dimensi yang merupakan indikator dari proses kognisi yang terjadi ketika seseorang menerima dan mengolah informasi serta merespon stimuli. Cara berpikir tersebut adalah:
1.      Orientasi perhatian, artinya bagaimana individu mengarahkan perhatian terhadap suatu obyek: bersifat global, sistemik, totalitas, atau bersifat detail, sistematik, dengan menekankan ciri spesifik obyek.
2.      Pola diskriminasi, artinya bagaimana individu melakukan klasifikasi dan kategorisasi terhadap obyek: dalam konteks yang lebih luas atau dalam konteks yang lebih spesifik.
3.      Pemecahan masalah, artinya bagaimana seseorang melakukan proses pemecahan suatu masalah: lateral divergen atau vertikal konvergen.
4.      Fleksibilitas atau kelenturan ide, artinya bagaimana seseorang memandang suatu persoalan mempunyai independensi atau terikat.

D.    Proses Berpikir
Proses berpikir untuk menghadapi suatu persoalan membutuhkan tipe berpikir divergen dan konvergen. Fungsi divergen dibutuhkan untuk menghasilkan kemungkinan jawaban sebanyak-banyaknya, sementara berpikir konvergen diperlukan untuk memberikan penilaian secara kritis analitis terhadap hasil pemikiran divergen sehingga diperoleh kebenaran.
Dalam proses berpikir terdapat dua fase, yaitu fase ide melalui intuisi dan mengekspresikan ide melalui berpikir. Pada fase pertama, berpikir divergen memegang peranan penting untuk menemukan berbagai kemungkinan jawaban. Pada fase kedua, berpikir konvergen yang mengambil alih untuk melakukan penilaian kritis analitis agar ditemukan ide yang relevan dengan persoalan.

E.      Teori-Teori Berpikir
1.      Pendekatan perkembangan
Pendekatan ini berasumsi bahwa:
a.      Terdapat sebuah kontinum kemampuan berpikir yang merentang dari bentuk yang paling sederhana ke bentuk yang tinggi
b.      Siswa harus menguasai bentuk berpikir yang lebih rendah sebelum mampu mencapai bentuk berpikir yang lebih tinggi.
2.      Pendekatan definisional
Pendekatan ini berasumsi bahwa siswa pada semua level dapat mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Perkembangan unsur-unsur pemecahan masalah yang efektif dapat dibantu sejak dini dan harus dibantu melalui disiplin-disiplin. Keterampilan berpikir bekerja dengan baik bila siswa telah memperoleh pengetahuan yang cukup tepat pada konteks tertentu.

F.      Pengaruh Berpikir pada Belajar
Berpikir merupakan proses penting yang terjadi di dalam belajar, karena tanpa berpikir atau memikirkan apa yang dipelajari seseorang tidak akan memperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang yang dipelajarinya tersebut.
Implikasi berpikir dalam praktik pendidikan:
1.      Membantu siswa mencapai penguasaan keterampilan.
2.      Guru harus menggunakan pendekatan mengajar yang sesuai dengan tujuan.
3.      Guru harus mengajarkan materi pelajaran yang sesuai dengan konteksnya.
4.      Guru harus membuat siswa mengatasi berbagai masalah nyata tapi identik dengan tujuan yang diharapkan.
5.      Siswa perlu diminta untuk mengklasifikasi, membuat hipotesis, menarik kesimpulan, melakukan analisis dan memecahkan masalah.
6.      Guru memainkan peranan penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap proses belajar.

No comments: