Ahlan Wasahlan

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu
!!!SELAMAT DATANG!!!
"Tuhan Selalu Memberikan yang Terbaik untuk Hamba-Nya."


Wednesday, March 12, 2014

Pembelajaran Fiqih di Madrasah Pondok Pesantren (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Sukaraja OKU TIMUR)

PEMBELAJARAN FIQIH DI MADRASAH PONDOK PESANTREN (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Sukaraja OKU TIMUR)

Penelitian ini dilakukan untuk melihat, mengevaluasi, dan memberikan masukan terhadap pelaksanaan pembelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Sukaraja agar dapat dilakukan usaha perbaikan dan penyempurnaan program pendidikan yang lebih berdaya guna dan berhasil guna. Madrasah ini didirikan dan dikelola oleh pondok pesantren, terikat dengan program dan peraturan pondok pesantren, manajemen madrasah mengikuti manajemen pondok pesantren. Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja menyelenggarakan pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, formal dan nonformal. Madrasah ini yang pertama kali didirikan oleh pondok pesantren sejak tahun 1980. Fiqih bersifat aplikatif dengan karakteristik konseptual, prinsipiil, dan prosedural. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pembelajaran Fiqih, mengetahui faktor yang memengaruhi, dan upaya mengelola faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, lapangan, dan studi kasus. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif berupa informasi, fakta, dan nilai tes. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Triangulasi teknik dan sumber digunakan untuk menjamin data valid. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Data kuantitatif dicari nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-rata, standar deviasi, dan kelompok tinggi sedang rendah.
Hasil analisis adalah pembelajaran Fiqih dilaksanakan di kelas pagi, kelas diniyah sore, dan menyediakan asrama. Karakteristik siswa sebagai input pembelajaran antara lain siswa perempuan lebih banyak dari laki-laki, siswa berprestasi didominasi perempuan, usia kronologis antara 11-16 tahun, tidak ada yang memiliki cacat tubuh, minat dan motivasi beragam, tingkat ekonomi menengah ke bawah, etnis beragam, lulusan SD lebih banyak dari MI dan TPA. Komponen process, ada perencanaan tertulis untuk kelas pagi, kelas sore dan kegiatan malam tidak ada perencanaan tertulis. Tujuan dipertegas paham Ahlussunah Waljamaah. Pendidik sesuai kualifikasi. Materi diperkaya kajian kitab klasik. Metode divariasi sorogan dan bandongan. Penilaian dilengkapi paktab dan khatam. Lingkungan dikondisikan untuk belajar dengan ada beberapa kekurangan. Hasil belajar siswa aspek kognitif dan psikomotor termasuk kategori sedang dan secara klasikal pembelajaran belum berhasil. Pada aspek afektif masih terdapat beberapa siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Faktor pendukungnya adalah orang tua, asrama, siswa, latar belakang pendidikan guru, kelas pagi sampai malam, pengelolaan madrasah, kerja sama antar unit pendidikan, dan dukungan masyarakat. Faktor penghambatnya latar belakang siswa beragam, orang tua belum memahami tradisi pesantren, daya tampung asrama, belum ada perpustakaan diniyah, listrik padam, kelas lesehan, ketidakhadiran guru, dan kemajuan teknologi. Upaya memanfaatkan faktor pendukung adalah memaksimalkan dukungan orang tua, menyelenggarakan berbagai kegiatan, pengajian umum pimpinan, pembagian tugas guru sesuai kemampuan, memberdayakan siswa senior, mewajibkan siswa tinggal di asrama, kerja sama antar unit pendidikan, pengelolaan madrasah semi otonom, pertemuan rutin kepala unit pendidikan, kerja sama dengan masyarakat sekitar, menghadirkan pemerintah daerah dalam acara tertentu. Upaya mengatasi faktor penghambat di antaranya pembinaan khusus siswa belum bisa baca tulis al-Qur’an, pendekatan individu dan pendampingan, pengelompokkan siswa sesuai kemampuan, jadwal kegiatan memperhatikan waktu istirahat, membangun asrama dan ruang baru, mengupayakan musala, pembangkit listrik cadangan, siswa bebas pilih tempat, guru piket, melarang siswa membawa handphone dan bermain Play Station serta razia rutin.
Rekomendasi hasil penelitian, perlu ada perbaikan pengelolaan komponen pembelajaran untuk beberapa bidang seperti penggunaan media pembelajaran, pengelolaan madrasah, pemberdayaan siswa senior, melengkapi aturan dan dokumen tertulis.


Kata kunci: Pembelajaran Fiqih, Madrasah di pondok pesantren, Teori sistem.

Selengkapnya dapat diunduh di link berikut:
2. Bab 1
4. Bab 3
5. Bab 4
6. Bab 5


No comments: